Welcome to My Diary! Don't Forget to leave your comment ^^

Rabu, 01 Juni 2011

LAPORAN KERJA ENZIM KATALASE (PADA EKSTRAK HATI, JANTUNG, DAN UMBI)

KERJA ENZIM
ENZYME’S WORK

Oleh :
- Bunga Ranggina
- Diko Firmandiansyah
- Nabil
- Nurine Kristy



I.       TUJUAN
AIM
Untuk mengamati faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim katalase.
To observe the factors influencing enzyme activity of catalase.

II.    HIPOTESIS
HYPOTESYS
1)      Hipotesis nol :
a.       Aktivitas enzim katalase tidak dipengaruhi oleh faktor apapun.
2)      Hipotesis alternatif :
b.      Aktivitas enzim katalase dipengaruhi oleh faktor suhu, pH, dan konsentrasi enzim.

III. ALAT DAN BAHAN
TOOLS AND MATERIAL
Ø      Alat / Tools :
1)      a test tube rack
2)      five test tubes
3)      a porcelain mortar
4)      a beaker glass
5)      pipette
6)      a tripod stand and wire screen
7)      a spiritus burner
8)      some tuber extract
Ø      Bahan / Materials
1)      some palm-leaf ribs and matches
2)      some chicken liver extract
3)      some chicken heart extract
4)      some H2O2
5)      some HCl
6)      some NaOH
7)      some destilled water
8)      some ice cubes

IV. CARA KERJA
PROCEDURES
1.      Made liver or tuber extract by pounding the chicken liver or tuber using the porcelain mortar.
Added some water little by little and filter the extract by using glass funnel layer with filter paper. Collected the filter substance in the baker glass.
2.      Placed 2 ml liver extract into each of the 5 test tubes (with label A,B,C,D,E,F, and G).
3.      In tube A, added 7 drops of H2O2 then close the test tube with thumb. Observed what happened. Left the tube for 1 minute then quickly put ember from the heated palm-leaf rib into the test tube. Observed the ember on the palm-leaf rib.
4.      Did the same procedure to tube B. Before dropping the H2O2, gave 10 drops of HCl and left the tube for a while.
5.      Did the same procedure to tube C. Before dropping the H2O2, gave 10 drops of NaOH and left the tube for a while.
6.      Did the same procedure to tube D. Before dropping the H2O2, heated the test tube until the liver extract was boiled.
7.      Did the same procedure to tube E. Before dropping the H2O2, soaked the test tube into the ice cube.
8.      Did the same procedure to tube F. Before dropping the H2O2, soaked the test tube until the heart extract was boiled.
9.      Did the same procedure to tube G. Before dropping the H2O2, soaked the test tube until the tuber extract was boiled.
10.  Wrote down thw observation data in the observation table.


V.    PENGAMATAN
OBSERVATION
      Hasil pengamatan praktikum untuk mencari faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase disajikan dalam table sebagai berikut :
NO
PERLAKUAN
JUMLAH GELEMBUNG
BARA API
1
Ekstrak hati + H2O2
+ + + +
+ + + +
2
Ekstrak hati + HCl + H2O2
+
-
3
Ekstrak hati + NaOH + H2O2
+
-
4
Ekstrak hati yang dipanaskan + H2O2
-
-
5
Ekstrak hati yang didinginkan + H2O2
+ + +
+ + +
6
Ekstrak jantung + H2O2
++
++
7
Ekstrak umbi kentang + H2O2
-
-


Keterangan (gelembung) :
Ø      + + + +            : banyak sekali
Ø      + + +               : banyak
Ø      + +                   : sedang
Ø      +                      : sedikit
Ø      -                       : tidak ada

Keterangan (bara api) :
Ø      + + + +            : besar
Ø      + + +               : cukup besar
Ø      + +                   : sedang
Ø      +                      : kecil
Ø      -                       : tidak ada


      Dari hasil praktikum diperoleh bahwa ekstrak hati ayam yang dicampur senyawa hydrogen peroksida dan ekstrak hati yang telah didingankan kemudian ditambah dengan senyawa hydrogen peroksida menghasilkan jumlah gelembung dengan kategori banyak sekali dan bara api dengan kategori banyak untuk yang tidak didinginkan dan banyak sekali untuk yang sebelumya didinginkan. Untuk perlakuan ekstrak hati yang dicampur asam klorida dan senyawa hydrogen peroksida maupun ekstrak hati yang dicampur dengan natrium hidroksida dan senyawa hydrogen peroksida menghasilkan jumlah gelembung sedikit tanpa menghasilkan bara api. Untuk ekstrak hati yang dipanaskan dan dicampur dengan senyawa hydrogen peroksida tidak menghasilkan gelembung maupun bara api, hal yang serupa juga terjadi pada perlakuan terakhir, yaitu ekstrak umbi kentang () yang dicampur dengan senyawa hydrogen peroksida.

VI. ANALISIS DATA
      Pada praktikum adanya gelembung menunjukkan aktifnya enzim katalase yang terdapat pada ekstrak yang telah dibuat. Enzim katalase merupakan enzim yang dihasilkan oleh badan mikro. Badan mikro ini terdiri dari dua bagian yaitu peroksisom dan glioksisom. Bagian badan mikro yang menghasilkan enzim katalase adalah bagian peroksisom. Peroksisom ini banyak ditemukan pada sel hati. Hal ini yang menjadikan hati bisa disebut sebagia organ yang dapat menetralkan racun yang masuk dalam tubuh. Enzim katalase ini dapat menguraikan senyawa hydrogen peroksida (H2O2) yang tidak baik bagi tubuh menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak berbahaya bagi tubuh (Anonim, 2009).
      Pada perlakuan pertama (ekstrak hati + H2O2) dihasilkan gelembung dalam kategori banyak sekali dan bara api dalam kategori besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam hati yang masih segar tersebut terdapat banyak peroksisom sehingga menghasilkan lebih banyak enzim katalase. Enzim katalase ini kemudian menguraikan senyawa hydrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Dengan gelembung-gelembung udara dalam kategori banyak sekali yang dapat membuat bara api besar, menunjukkan bahwa enzim tersebut telah memecah senya H2O2 menjadi oksigen, karena bara api semakin besar dikarenakan adanya oksigen.
      Pada perlakuan kedua (ekstrak hati + HCl + H2O2) dihasilkan gelembung dalam kategori sedikit namun tidak menghasilkan bara api. Hal tersebut menunjukkan bahwa enzim katalase dalam hati tidak bekerja, karena tidak dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya denaturasi. Denaturasi merupakan rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya sehingga aktivasi enzim menurun atau hilang (Diah,2006). Denaturasi enzim perlakuan ini disebabkan oleh penambahan HCl yang merubah kondisi di sekitar molekul menjadi kondisi asam. Derajat keasaman (pH) sangat mempengaruhi aktivitas enzim, sehingga kondisi asam tersebut merusak enzim katalase yang bekerja pada pH netral.
      Pada perlakuan ketiga (ekstrak hati + NaOH + H2O2) dihasilkan gelembung dalam kategori sedikit namun tidak menghasilkan bara api. Hal tersebut menunjukkan bahwa enzim katalase dalam hati tidak bekerja, karena tidak dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya denaturasi. Denaturasi enzim perlakuan ini disebabkan oleh penambahan NaOH yang merubah kondisi di sekitar molekul menjadi kondisi basa. Derajat keasaman (pH) sangat mempengaruhi aktivitas enzim, sehingga kondisi basa tersebut merusak enzim katalase yang bekerja pada pH netral.
      Pada perlakuan keempat (ekstrak hati yang dipanaskan + H2O2) tidak dihasilkan gelembung maupun bara api. Hal tersebut menunjukkan bahwa enzim katalase dalam hati tidak bekerja, karena tidak dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hal tersebut disebabkan karena terjadinya denaturasi. Denaturasi enzim perlakuan ini disebabkan karena pengaruh suhu, kearena enzim bekerja pada suhu tertentu. Tidak adanya gelembung dan bara api menunjukkan bahwa enzim katalase ini tidak bekerja pada suhu tinggi, karena pada suhu tinggi enzim ini akan mati dan tida bisa aktif kembali.
      Pada perlakuan kelima (ekstrak hati yang didinginkan + H2O2) dihasilkan gelembung dalam kategori banyak dan bara api dalam kategori cukup besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa enzim katalase dalam hati masih bekerja, karena berhasil dipecahkannya senyawa H2O2 menjadi air dan oksigen. Hasil dari perlakuan ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak rusak dalam suhu rendah. Pada suhu rendah enzim hanya mengalami inaktif, dengan kata lain enzim akan bekerja kembali ketika telah mencapai suhu yang sesuai dan bertemu dengan substrat yang cocok (karena enzim bekerja secara spesifik).
      Pada perlakuan keenam (ekstrak jantung + H2O2) dihasilkan gelembung dalam kategori sedang dan bara api dalam kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam jantung ayam yang masih segar tersebut terdapat peroksisom sehingga menghasilkan enzim katalase. Namun peroksisom yang terdapat di organ jantung tidak sebanyak yang terdapat pada hati, sehingga gelembung yang terbentuk tidak sebanyak pada ekstrak hati dan bara api yang terjadi tidak sebesar pada ekstrak hati. Hal ini disebabkan karena konsentrasi enzim katalase dalam organ jantung tidak sebesar konsentrasi enzim katalase pada organ hati.
      Pada perlakuan ketujuh (ekstrak umbi kentang + H2O2) tidak dihasilkan gelembung maupun bara api. Hal tersebut menyimpang dari fakta bahwa umbi kentang mengandung enzim katalase. Penyimpangan tersebut kemungkinan terjadi karena beberapa faktor, diantaranya :
Ø      Tidak sterilnya tabung reaksi atau alat lain yang kemungkinan masih mengandung sisa senyawa asam atau basa dari percobaan.
Ø      Rusaknya kandungan enzim dari umbi itu sendiri.

HASIL DISKUSI
DISCUSSION RESULT
1)      Why do we use the following things in the experiment ?
a.       Liver
Hati ayam digunakan karena percobaan ini bertujuan untuk mengetahui ektivitas enzim katalase, sementara dalam hati ayam terdapat banyak peroksisom yang merupakan bagian dari badan mikro yang menghasilkan enzim katalase.
b.      NaOH and HCl, and
Penggunaan NaOH dan HCl ditujukan untuk mengetahui pengaruh pH (derajat keasaman) terhadap kerja enzim katalase, karena NaOH membuat ekstrak dalam suasana basa dan HCl membawa ekstrak dalam suasana asam. Denaturasi yang terjadi menunjukkan bahwa enzim tersebut bekerja pada pH netral.
c.       Ice cube
Penggunaan balok es ditujukan untuk menurunkan suhu ekstrak untuk mencari pengaruh suhu terhadap kerja enzim katalase. Dan menunjukkan bahwa enzim tersebut tidak mengalami denaturasi pada suhu rendah, melainkan hanya inaktif.
2)      What kind of gas bubble is formed ? Complete your answer with the chemical reaction equation !
            Gelembung yang terbentuk adalah gelembung oksigen, karena enzim katalase dapat memecah molekul H2O2 menjadi air dan oksigen (O2). Terbentuknya oksigen juga diketahui dari bara api yang semakin basar seiring semakin banyaknya gelembung yang terbentuk, karena oksigen merupakan senyawa yang dapat memperbesar bara api.
Reaksi kimianya :
Enzim katalase + 2H2O2 (aq) → Enzim katalase + 2H2O(l) + O2 (g)
3)      Why must the reaction tube be close by your thumb ?
            Menutup tabung reaksi dengan jari dimaksudkan mengahalangi keluarnya gas atau gelembung yang terbentuk untuk diuji menggunakan lidi api. Dengan membaranya lidi api yang dimasukkan dalam tabung reaksi menunjukkan bahwa reaksi tersebut menghasilkan oksigen.
4)      Why is the largest number of bubble and the biggest ember in the tube A ?
            Gelembung terbanyak dan bara api terbesar terdapat dalam tabung A karena ekstrak dalam tabung tersebut tidak dipengaruhi suhu, pH, dan faktor lain seperti pada tabung yang lain, sehingga reaksi pemecahan hidrogen peroksida (H2O2) dapat berlangsung secara optimum.

VII.          KESIMPULAN
CONCLUSION
1.      Aktivitas enzim katalase dipengaruhi oleh faktor suhu, pH, dan konsentrasi enzim.
2.      Enzim katalase bekerja optimum pada suhu kamar atau normal dan pH netral.
3.      Semakin besar konsentrasi enzim katalase, maka semakin banyak molekul substrat yang dapat dipecahkan.




DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009. Bagaimana Kerja Enzim Katalase pada Hati. (Online)
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091019045321AA6L1wr, diakses tanggal 24 Juli 2010.
Aryulina, Diah. 2006. Biologi SMA dan MA Jilid 3 untuk kelas XII. Jakarta: Esis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar