Tampilkan postingan dengan label DIARY-OTHERS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIARY-OTHERS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juni 2014

Masa Lalu

Yup, kali ini aku bakal menulis tentang "cinta". Biar pun aku dikenal orang yang serius, sebenarnya muka aku aja kali yang terlihat serius, dan yang harus kita ingat kita tidak bisa men-judge seseorang hanya dari penampakan luarnya.

Well, barusan aku ceritanya baru nonton mini film tentang "cinta". Mungkin sebagian kita ada yang gemar nonton ada yang enggak,dan entah kenapa saya masuk bagian yang suka nonton, tapi khusus untuk beberapa judul yang ceritanya mungkin bisa masuk realistis pikiran saya. Dan setelah nonton seringkali terbesit suatu hal yang mungkin bisa diimplementasikan, jadi dari pada menguap hilang begitu saja, saya memilih untuk menulisnya sebagai salah satu cara sharing pemikiran dan melatih hobi menulis saya.

Cerita ini mengisahkan tentang sepasang kekasih yang akan melaksanakan "pre wedding" entah kenapa, kebetulan "sang mantan" kembali ke kehidupan mereka sebagai orang ketiga. Dan seperti penonton pada umumnya, saya menebak-nebak akhir dari cerita bahwa pasangan ini akan berakhir karena "sang mantan" tersebut tidak membawa seberkas luka, namun adalah suatu CLBK, yaitu Cinta Lama Belum Kelar.Namun, apa yang terjadi, kebaikan hati dan keikhlasan dari calon pengantin perempuan yang dapat menerima pasangannya dengan apa adanya lah yang sanggup merubah perasaan CLBK tadi sehingga menjadi suatu cinta baru yang lebih baik, dan lebih tulus.

Mungkin bagi beberapa dari Anda yang membaca tulisan saya ini mengatakan saya "menye-menye" atau apa, tapi saya hanya ingin berbagi apa yang saya ambil dari film barusan, bahwa :

  1. Masa lalu yang tidak baik, tidak lantas membuat kita harus lari darinya, melainkan harus kita hadapi. Percayalah, kalau keberanian kita menghadapi masa lalu akan membawa kita menghadapi masa depan yang lebih baik.
  2. Cinta ikhlas adalah bukan hanya dia yang mau menerima kita apa adanya, namun kita yang juga harus berusaha menjadi "ada apanya" dengan kata lain kita juga harus berusaha memberikan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
  3. Cinta adalah kita yang bisa mensyukuri apa yang telah ada untuk kita, bukan kita mencari sesuatu yang lebih sempurna.
  4. Ketulusan adalah ketika kita ikhlas melakukan hal baik untuk orang-orang yang kita cintai
sekian menye-menye dari saya, maaf jika sedikit merusak mata anda, dan maafkan ke- "menye-menye" an sayaa :))

Jumat, 27 September 2013

"Galau" Tidak Selamanya Buruk

Well, hari ini entah kenapa playlist berisi lagu-lagu galau. Penulis boleh dibilang sekarang sedang dengerin musik galau dan liatin foto, dan tanpa sengaja nemuin foto ini, foto tiga tahun lalu sewaktu petama kali penulis dapat kesempatan bertemu pelajar-pelajar lain dalam Internationales Deutschcamp di Thailand. Pengalaman pertama penulis terbang keluar negeri kita Indonesia tercinta :) bersama 12 pelajar Indonesia lainnya. 

Indonesia - Internationales Deutschcamp 2010
Entah kita sadari atau tidak, tapi galau tidak selamanya buruk. Semua itu tergantung dari sudut mana kita melihat. Galau parah yang pernah penulis alami terjadi sekitar 2 tahun lalu. Dimana penulis dihadapkan kedalam lima pilihan, yang kemudian akhirnya berhasil penulis kerucutkan kedalam tiga pilihan berat dimana pada saat itu masa depan dipertaruhkan pada keputusan yang penulis ambil. Setelah mengorbankan keinginan menjadi seorang dokter karena terhalang restu orang tua, dua tahun lalu penulis dihadapkan pada tiga pilihan, apakah ingin memilih menjadi seorang pharmachist meneruskan pelajaran kimia yang penulis sukai di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia atau menerima tawaran dididik salah satu bank besar di Indonesia untuk menjadi akuntan di perusahaan tersebut atau menjadi salah satu mahasiswi kedinasan di salah satu sekolah tinggi kedinasan di bawah naungan pemerintah. Setelah melalui pertimbangan matang dan meminta petunjuk pada Allah, akhirnya jatuhlah pilihan kepada sekolah kedinasan tersebut. Sebuah keputusan yang cukup kontroversial, karena saat itu cukup banyak keluarga penulis yang menyesalkan keputusan tersebut. Tapi penulis tetap percaya pada petunjuk Allah SWT Sang Pencipta kita, yang pasti mempunyai sebuah rencana terindah yang telah disiapkan-Nya rapih di masa depan.

Jumat, 31 Agustus 2012

You're My Best Gift !

Jika ditanya siapa yang amat tulus mencintai kita, dapatkah kita dengan tegas menjawabnya? Kita gak pernah tahu, siapa yang selalu meneteskan air mata dengan tulus saat berada jauh dari kita. Kita gak pernah tahu siapa yang selalu merintih mendoakan kita di setiap diamnya. Kita gak tahu siapa yang rela membagi waktunya untuk mengurusi kita yang selalu membuat masalah. Dan tahukah kita, siapa yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk memberikan kita kesempatan terlahir di dunia ini.

Kamis, 02 Agustus 2012

Keinginan , Cita-Cita, dan Harapan (Part II)

Ya, may be this is same with the older story.. it continues the older story

Memutuskan menjadi seorang calon pharmacist bukan perkara mudah, tidak semudah memudah moodku pada kimia yang dulu sangat benci menjadi jatuh cinta.. 
Kalau ingat dulu sewaktu sma, awalnya aku pengen banget jadi dokter. So, tidak ada pilihan lain selain masuk jurusan IPA. Alhamdulillah di semester pertama semua nilai mata pelajaran IPA-ku bagus, kecuali ... KIMIA
ya, who knows kalau akhirnya aku harus kena remidi kimia di semester pertama.. haha it's my unforgetable experiences..

Sabtu, 03 Desember 2011

Keinginan , Cita-Cita, dan Harapan (Part I)

Hidup adalah sebuah teka-teki...
termasuk bagaimanakah masa depan kita kelak...

masa-masa SMA adalah masa yang diikuti kegalauan, terutama untuk menentukan studi lanjut di akhir masa sekolah
itulah yang terjadi

pada mulanya ingin sekali memakai jas putih dan membantu orang-orang.. Ya, apalagi kalau bukan menjadi seorang dokter.
ya, menjadi dokter adalah pekerjaan yang mulia. Sangat senang saat kita dapat membantu orang lain, saat kita menolong orang lain yang membutuhkan, dan dapat menolong orang-orang sakit yang ingin sembuh dari penyakit yang menyiksanya...
Menjadi seorang dokter dapat membantu kita menyadari bahwa menolong orang lain adalah hal yang wajib kita lakukan..
Keinginan itulah yang mendorong pada sebuah keinginan untuk menjadi seorang dokter